(Co. Kaderisasi MT An-nahl 2012/2013)
Hari itu, adalah hari yang sangat bersejarah bagiku. Tanggal 13 november 2010 aku memutuskan untuk selalu memakai jilbab dalam keseharianku. Kapanpun dan dimanapun, tidak hanya sekedar ketika pergi ke kampus saja tetapi juga ketika berada di lingkungan kos dan tempat lainnya, selama di sana ada orang yang bukan mahramku. Pada hari itu Allah menggetarkan batinku, kurasakan hidayahNya telah menyentuh dan merasuk ke dalam hati dan pikiranku.
Semua berawal, ketika aku mengikuti DM 1 (Dauroh Marhalah 1) atau bisa disebut dengan Training Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Komisariat Universitas Mataram (KAMMI UNRAM) pada tanggai 11-13 november 2010 di PSBR (Panti Sosial Bina Remaja), Bengkel, Lombok Barat. Entahlah, aku tak tau kenapa dulu aku mau mengikuti kegiatan ini, tak ada alasan yang begitu kuat (bahkan sampai sekarang aku tidak menemukan alasannya). Seakan-akan kaki ini yang mengendalikan, kemanapun dia membawaku, aku fine saja. Jika ku pikir-pikir lagi semua ini terasa aneh.
Aku rela meninggalkan beberapa mata kuliahku hanya karena kegiatan ini, padahal saat itu aku baru semester satu. Saat-saat_ yang kita semua tahu_ dimana para MABA (mahasiswa baru) termasuk aku merasa bahwa kuliah adalah nomor satu, tidak boleh bolos sekalipun karena ingin menggapai prestasi setinggi mungkin. Di tempat DM pun tak ada suatu kegiatan yang terlalu menarik bagiku, justru seringkali materi-materi itu membuatku merasa bosan dan sebenarnya tidak banyak yang aku megerti mengenai materi-materi tersebut. Hanya cerita-cerita lucu dari pemateri saja yang kadang ku ingat. Akan tetapi, memang ada satu hal yang membuatku betah berada di sana saat itu. Yah, aku merasa sangat nyaman saat itu, tapi tak tau kenapa. Tak tau tepatnya, apa yang membuatku nyaman. Yang pasti aku kagum dengan batasan antara ikhwan dan akhwatnya. Rapi dan terjaga dengan baik. (pertahankan ya!;)