Dawroh Pertama
Bagaimana Adab dengan Sang Pencipta?
As-Syaykh Ibnu ‘Utsaymin berkata, budipekerti yang baik dalam bermu’amalah dengan Sang Pencipta terkumpul pada tiga perkara:
1. Menerima berita-berita dari Alloh dengan membenarkan. · Di mana tidak ada keraguan atau kebimbangan pada diri manusia dalam membenarkan berita dari Alloh –Yang maha tinggi- dan berita dari Rosu-Nya –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam padanya-; karena berita dari Alloh –Yang maha suci lagi tinggi- bersumber dari ‘ilmu dan Dia adalah yang paling benar sebagaimana Alloh –Yang maha tinggi berfirman mengenai diri-Nya
{ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا }
{ dan siapa yang lebih benar perkataannya dari pada Alloh }· Seperti berita mengenai hari kiamat, maka sungguh Nabi –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam padanya- telah memberitakan
(أن الشمس تدنو من الخلائق يوم القيامة بقدر ميل)
( Bahwa matahari turun di atas makhluq seukuran 1 mil pada hari kiamat )sama saja 1 mil tempat celak atau satu mil jarak antara mataari dan kepala makhluq adalah sedikit. Oleh karena itu, maka sesungguhnya manusia tidak terbakar dengan panasnya meskipun matahari kalau turun saat ini di atas dunia seukuran ujung jari-jari, niscaya terbakarlah dunia ini. Sungguh orang bilang, bagaimana matahari turun di atas kepala makhluq pada hari kiamat dengan jarak segitu kemudian orang-orang tetap ada?
· Bagaimana adab seorang mu’min terhadap Robb-Nya dan Nabi-nya berkaitan dengan hadits ini? Adab berkaitan dengan hadits ini adalah kita menerima dan membenarkan hadits ini, juga jangan ada rasa sesak dalam dada kita berkaitan dengan hadits ini, tidak ada rasa sempit, tidak ada rasa ragu dan agar kita ketahui bahwa apa yang dikabarkan oleh Rosul –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam padanya- dalam hal ini adalah benar.
· Tidak mungkin kita membandingkan keadaan-keadaan di akhirat dengan keadaan-keadaan di dunia karena adanya perbedaan yang besar. Jika demikian, maka sungguh seorang mu’min bisa menerima berita semisal ini dengan lapang, tenang dan pemahaman terhadap hal ini pun menjadi luas. Dengan beradab terhadap Robb-nya dan Nabi-nya –semoga Alloh limpahkan sholawat dan salam padanya-, dapat memperbagus akhlaqnya dan dapat meluruskan usahanya. Maka kelurusan dalam berinteraksi dengan perkataan dan tindakan yang diterima dari Alloh dan Rosulnya membawanya pada kebaikan ‘amal dan terampuninya dosa.
Alloh ta’ala berfirman,
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا}
{ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah pada Alloh dan berkatalah dengan perkataan yang lurus / benar, niscaya Alloh perbaiki bagi kalian amal kalian dan Dia ampuni bagi kalian dosa kalian. Dan siapa yang taat pada Alloh dan Rosul-Nya, sungguh dia telah sukses dengan kesuksesan yang besar. } [ al-Ahzab: 70 – 71 ]2. Menerima hukum-hukum Alloh dengan melaksanakan dan mengimplementasikan